Wednesday, February 12, 2014

Jalan Hidup

Halo, assalamu'alaikum. :)

Long time no see yaaa.. ah Rai-nya sombong ya, ga ngepost mulu ><. Maaf deeeh.. ini habis baca blog seorang perempuan yang.. subhanallah banget. Tapi dari sana gue mulai throw back ke masa lalu, dan mikir gimana gue sekarang dan akan gimana ke depannya.

Ya, dulu, gue seorang perempuan yang penuh ambisi. Mau ini, mau itu. Mau jadi dokter, lanjut spesialis, kerja di rumah sakit besar, mengabdi di daerah terpencil, bahkan kalau bisa ke daerah gersang di benua lain sana, haha. Mau dapet beasiswa keluar negeri, mau jadi perempuan yang sukses. Mau jadi.... jadi yaaaa, segala yang banyak diimpikan sama orang lain.

Tapi sejak gue kenal Ayah (re: Pak Lilik), semuanya, s-e-m-u-a-nya, mulai longgar. Gue makin mencoba melihat ke 'dalam'.

Kesederhanaan Ayah, keyakinan Ayah, semangat Ayah untuk melakukan hal-hal baik itu yang menampar gue. Salah satunya dari cerita Alim yang ini,
*lagi tadarus Senin pagi. Alim sama Luthfi bolos tadarus*
Alim: *tadarus sendiri di labkom*
Luthfi: *bantu Ayah beresin labkom & ngurusin komputer-komputer*
Ayah: *dateng ke Alim* "Lim, mau dapet pahala yang lebih banyak ga?"
Alim: "Mau yah"
Ayah: "Sini ikut ayah" *nyuruh Alim bantuin Luthfi*
Ayah: "Satu komputer itu, kalau udah beres, dipakai sama satu anak di kelas, ilmunya bermanfaat buat dia, dikali berapa komputer, dikali berapa anak yang make. Sepanjang apapun ilmu itu bermanfaat, pahalanya akan ngalir terus ke kamu"

:')

Iya, nggak?
Iya. Bener. Sesederhana itu. Bukan Ayah ngelarang Alim tadarus, bukan. Tapi cara dia me-manage itu, yang luar biasa. Gue merasa kecil, merasa kerdil..

Kemudian gue melihat diri gue.. gue ini perempuan. Yang akan jadi istri, ibu, tante, nenek, dan seterusnya. Yang akan punya keluarga. Yang akan ada di rumah. Bener banget, di r-u-m-a-h. Semakin ke sini, gue semakin ga pengen punya keinginan ini itu, punya gelar ini itu. Gue lebih suka ngudek-ngudek resep masakan di google, kepoin psikologi manusia, tanya-tanya Mama atau kakak-kakak tentang pengobatan tradisional, dll. Semakin ke sini... semakin hilang bayangan mau kuliah di luar negeri, mau bisa banyak bahasa, mau ini mau itu... Semakin ke sini, justru yang ada adalah mau cepet-cepet selesain kuliah dan kalau bisa ambil spesialis yang akan berguna di rumah aja. Semakin ke sini, semakin mau bisa nge-cek-in gula darah, kolesterol, tensi, dll-nya Mama secara rutin, mau bisa jaga pola makan & gaya hidup orang-orang yang gue sayang. Mau.. mau bisa ngejaga mereka sebagaimana mereka dengan sepenuh hatinya menjaga gue.

Kalau orang bilang, "Ih, perempuan kok ga kerja. Mau jadi pembantu di rumah? Mau disia-siain sama suami?" buat gue ya, ini tuh kampungan bangettttt. Kalau karena ga kerja jadi disia-siain suami, itu namanya suaminya ga sayang. Ngapain nikah kalau ga sayang? -.- terus mau jadi pembantu, emang ada yang salah dengan menjaga rumah dan kehormatan selama suami ga ada di rumah? -.-

Kalaupun kebutuhan materiil mendesak, ya gue akan buka klinik. Di rumah, atau buka tempat lain (kebetulan kakak gue punya klinik bidan hehe). Tapi gue nggak mau, orang lain gue urus tapi keluarga gue sendiri nggak keurus. Gue takut.. sungguh takut..

Nah, makanya nih, apa solusi dari seorang perempuan yang mau di rumah aja kayak gue?
Punya suami yang gajinya gede. Wkwkwkwkwkwk ampun -_-v gak deng, rezeki mah dari Allah, mintanya ya sama Allah, bukan sama suami. :))


Heeeeeeeeeee berapa kali kata 'suami' kesebut di sini? Hahahaha

Yaudahlah. Pokoknya gitu. Ini juga lagi kejar yang di Jakarta nih, biar bisa pulang ke rumah terus. Home sweet home. Cewek ngapain merantau jauh-jauh, cowok aja sana yang pergi jauh, sukses di sana, pulang bawa prestasi yang banyak. :3


Tapiiiii,
semua orang hebat dengan caranya masing-masing. Yap! Every one is a genius. But if you judge a fish from its ability to climb a tree, it will live its whole life as an idiot. Kata Albert Einstein sih gituu. Semua orang punya jalannya masing-masing. Pasti punya kelebihan dan kekurangannya. Di blog gue inilah gue mengungkapkan jalan apa yang gue pilih. Gue masih Rai yang penuh ambisi kok, cuma ambisinya beda nih. Taraaaaaaaaaaaa! Bismillah, semoga bisa terwujud dengan baik.

Wassalamu'alaikum wr.wb

10:44 PM