Saturday, August 18, 2012

Think twice, dude.

Sering kubaca artikel tentang, "Cintai siapa yang kau nikahi."


Tersinggung. Kadang aku tak terima.

Apa memang tak pernah ada celah untuk seseorang berharap? Apa memang tak pernah ada kesempatan untuk mereka yang pernah membuka hatinya satu sama lain, dan kemudian meminta maaf-Nya, lalu keduanya menunggu, sampai waktunya tiba?

Apa memang hanya untuk cinta yang murni, yang tanpa seorangpun tahu, yang akan dipertemukan?
Tidak. Jelas tidak. Aku tahu bahwa Dia baik. Meskipun aku memang tak tahu yang mana jodohku, tapi ini aku. Dengan segala doaku. Salah?

Lalu ketika suatu hari di masa depan nanti seseorang datang lalu merenggut semua masa lalu, meninggalkan semua doa, iya? Begitu caranya?

Tidak. Allah punya cara yang sempurna, yang baik, yang halus. Meskipun aku harus siap dengan apapun.

Iya. Memang tak ada yang salah dengan ungkapan itu. Tapi haruslah, melihat dari hidup masing-masing. Dari masa lalu masing-masing. Dari semua hal yang pernah dilakukan seumur hidup. Dari semua yang akan dipertanggungjawabkan.

Aku masih selalu berusaha. Masih selalu memperjuangkan sampai keputusan-Nya datang, telak, dan aku tak dapat menghindar. Aku masih selalu berusaha. Bukankah Dia juga memerintahkan begitu? Ikhtiar, lalu terima keputusan-Nya dengan lapang dada? Bukan pasrah berserah dan tak mau bersusah-susah?

Tapi jika memang benar begitu adanya, aku tak akan menyalahi-Nya. Cukup aku berdoa, semoga dia bahagia. Cukup itu saja. Apapun perihalnya kepadaku, urusan-Mu.

12:56 AM