Tuesday, August 14, 2012

Because love makes everything has its mean


Aku masih ingat bagaimana caramu menatapku. Mata polosmu. Tipe laki-laki yang santun. Yang amat baik. Yang untukku, sukses menghujam segala yang ada dalam diriku. Yang mampu membuatku menghapus semua garis yang berlebih, meluruskan garis yang tak sesuai jalur, melengkapi setiap garis putus-putus yang ada pada diriku.

Sampai akhirnya aku menyadari, bahwa Dia yang berhak atas dirimu.

Bahwa Dia yang berhak atas segalanya.


Jalan ini masih selalu lurus. Karena memang itu janji-Nya. Aku ingat, Dia tak pernah menjanjikan bahwa jalan ini tak penuh oleh duri. Bahwa jalan ini mudah. Tidak, aku selalu ingat. Dan itulah yang menguatkanku selama ini, aku percaya pada-Nya, aku percaya pada jalan ini, dan aku juga percaya pada ujung jalan ini. Sebuah tempat yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, menara-menara yang terbuat dari cahaya, tempat kita dijanjikan untuk bertemu nanti..

Iya, tempat kita dijanjikan untuk bertemu nanti, dengan syarat: kita bertemu dan berpisah karena Allah.

“Berat, tapi menjanjikan.”


Aku pernah meminta mana bagianmu untuk peduli. Aku pernah menuntut bagaimana caramu bersikap kepadaku. Tapi sekarang, tidak. Aku membiarkanmu memilih mana yang pantas kau berikan untukku. Bahkan untuk sekedar caramu berbicara denganku. Aku percaya bahwa setiap keputusan yang kau ambil adalah yang terbaik untukmu, untukku, untuk kita, dan utamanya, untuk Allah.


Jika kisah kita memang pernah ternodai, maka biarlah Allah yang membersihkan nodanya. Jika kisah kita tak lagi indah seutuhnya, maka biarlah Allah yang memperbaikinya sampai kita dipertemukan lagi nanti. Jika takdir kita memang tak satu, maka biarlah Allah yang memberi jalannya..





Cukuplah banyak-banyak berdoa, semoga Dia senantiasa memberikan kekuatan. Untukku juga untukmu. Banyak hal yang menanti untuk diberi perhatian kita, maka jangan sampai lalai dalam menunaikan amanah-Nya. Semangat calon mahasiswa!

11:59 AM