Halo, assalamu'alaikum.
Kayaknya ini random post pertama setelah 2 tahun yang lalu. Isi blog ini ga penting sih, apalagi kalau judulnya random itu makin makin makin ga penting wkwkwk. Terlalu banyak yang digalauin sih setahun terakhir ini, dari keluarga sampai hal apa juga digalauin mele :(
Sekarang gue mau bahas,
Why does people lie?
Padahal yang diboongin udah tau kalau dia boong. Huft.
Kenapa ga ngaku aja? Padahal masalah bisa lebih cepat selesai kalau ngakunya di depan. Bukan malah ngaku di belakang.
Lalu,
Why do I find it hard to trust people?
Rai itu batu banget. Susah percaya apa kata orang, susah percaya sama orang. Apalagi kalau diboongin. Apalagi kalau dikecewain. Yaudah dicuekin ya, so sowwry.
Dan sekarang lagi in hurry banget karena waktu terus berjalan.
I should be mooooore pro than I used to.
Kalau kata toko buku sih, "so many books, so little time."
Waktu semakin berjalan dan Rai masih suka kebocoran moodnya.
Rai masih ga rileks.
Rai masih lalala yeyeye.
(Padahal dulu mah berusaha setengah mati mau jagain mood orang. Yha sekarang mah dikecewain mulu. Kalau kata urang bandung, "da aku mah apa atuh" gitu ya)
Bodo ah.
Aku lelahhhh menjadi orang yang baik, peduli, ngurusin, lembut...
I am mean and I always be mean,
Because I know what I should fight for.
I have my own priority for now.
Aku sedang memperjuangkan sesuatu yang udah ga bisa main-main lagi.
Ga bisa iseng-iseng lagi.
Ga bisa dibuang, ga bisa disia-siain lagi.
Ga bisa diganti lagi.
Dan itu jauh lebih penting daripada ngurusin hal-hal yang mungkin udah nge-stuck,
Ga bisa diurusin dan ga bisa diubah lagi.
Udah mampet, udah mandek, udah segitu doang potensinya.
Ga bisa diapa-apain lagi.
Ibarat ngajarin orang rimba, susah banget otaknya disuruh mikir,
Bisa baca tulis hitung juga udah syukur.
People said, "happiness is a choice".
And I choose to be happy.
Tapi tetep, ga mau diboongin.
Apalagi sama abang-abang jualan lap meja makan, katanya 10rb 3, boong beud orang di pasar 5rb 3.
Time is going going going going going sooo fast.
So,
I really have no time for shit.
If you hurt me, I could hurt you more.
Fair enough because maybe I could find some happiness out there.
Because maybe sometimes... move on is necessary.
Hati bukan tentang meninggalkan, tapi hati selalu tentang kadar. Yang akan berkurang jika terus dilukai, yang akan hilang jika terus disakiti.
Lalu, bagaimana bisa hidup dengan hati yang sudah kehilangan kadarnya?
Mungkin itu yang terjadi pada keluarga yang berantakan. Ibunya pergi, ayahnya sibuk dengan karier. Anak-anaknya rusak. Karena hati sudah kehilangan kadarnya. Sudah tidak ada yang perlu dipedulikan karena tidak ada yang mau dikecewakan.



