Sunday, March 8, 2015

Poligami?

Kultwit mbak @asmanadia tentang #poligami
Ini (lagi lagi) copas dari bukunya Asma Nadia yang #TwitografiAsmaNadia


Jangan bicara #poligami, jika hak Allah atas diri sendiri belum bisa kita penuhi.

Jika shalat belum terjaga, amarah masih sulit direda, sabar masih cita-cita, #poligami belum pantas masuk agenda, :)

Mungkin keterbatasan ilmu, saya belum menemukan hadits yang menyatakan lelaki yang #poligami lebih mulia dibanding yang tidak.

Tidak perlu diadu pro dengan kontra #poligami. Yang perlu pendewasaan.

Melakukan sesuatu/tidak (melakukan sesuatu) karena niat baik dan memang perlu. Dan nafsu tidak sama dengan perlu.

Saya tidak anti #poligami. Saya menerima hal itu memang ada dalam Islam, sebagaimana monogami.

Semua ajaran Islam mulia, termasuk #poligami. Jangan sampai karena kita tidak bijak melakukannya, hingga kemuliaan ajaran Islam ternoda.

Beberapa ayah bertanya kepada saya : apa salahnya menikah lagi jika materi bisa dibagi?

Mereka yang bertanya begitu menurut saya tidak memahami bahwa hak keluarga bukan hanya materi.

Membentuk keluarga bukan sekedar bisa adil dalam membagi uang. Juga membangun potensi istri dan anak dan menuntun mereka tetap di jalan kebaikan.

Kewajiban suami bukan hanya menafkahi, tetapi membimbing, membangun potensi istri dan anak untuk bersama menjadi keluarga surga.

Laki-laki siap untuk poligami jika secara materi mampu mensejahterakan beberapa keluarga. Dan yakin bisa memboyong mereka semua ke surga.

Suami berkewajiban membangun potensi istri agar kuat jika suatu ketika harus sepenuhnya menjadi tempat bersandar anak-anak, ketika suami tidak ada.

Pada kenyataannya, membangun dan memaksimalkan potensi satu istri tidak mudah. Apalagi dua, tiga atau empat?

Kecuali siap mengemban amanah menuntun 2,3 atau 4 keluarga surga. Poligami sungguh berat. Yakinkan sanggup menuntun mereka ke surga-Nya.

Keluarga : istri dan anak-anak berhak diasuh dan diasah agar menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat dan dekat dengan surga.

Lakukan segala sesuatu hanya jika itu mendekatkanmu dan keluarga pada surga-Nya

Banyak laki-laki mengeluh tak punya waktu untuk istri, tak sempat bermain dengan anak, tapi ingin menikah lagi?

Suami harus membimbing dan membangun potensi istri. Sebab semakin baik mereka, semakin bagus pula kualitasnya sebagai ibu bagi anak-anak.

Seorang ulama di Timur Tengah dulu poligami, dan punya 40 anak penghapal Al Quran.

Berarti pembinaan ulama tersebut kepada istri-istrinya luar biasa. Hingga mereka menjadi bunda-bunda dari 40 orang hafidz dan hafidzah.

Begitu banyak jalan ke surga tanpa harus menambah amanah yang belum tentu bisa kita pertanggungjawabkan.

Dan tugas membina keluarga : anak dan istri untuk layak ke surga-Nya, bukan tugas mudah. Yakin mau menambah amanah? :)

Kata seorang suami : Saya tidak yakin akan bahagia kalau poligami, tapi yakin istri akan sedih kalau saya poligami.

Tanyakan hati, apakah ridha-Nya lebih dekat teraih? Istri dan anak-anak lebih bahagia dan produktif dalam kebaikan jika si ayah menikah lagi?

Jika sebagai istri kamu siap dipoligami, yakinkan dirimu juga siap menanamkan pengertian pada anak-anak. Poligami dibolehkan, bukan diwajibkan ya?

Memutuskan setia dengan 1 istri, tidak menambah jauh jarak seorang suami ke surga.

Memutuskan untuk berpoligami, juga tidak menambah dekat jarak suami ke surga.



(From greatpurple.tumblr.com)

6:37 PM