2014 akan segera berakhir.
Yaaaa… gue emang gak ngerayain tahun baru. Tapi karena
penanggalan Masehi adalah yang dipakai sehari-hari, gue juga mikir apa aja yang
gue lakuin setahun ini.
Gue gagal, gagal, dan gagal.
Mungkin di mata orang lain, gue gak gagal. Tapi di mata gue,
gue gagal. Sangatlah gagal.
Atau gue yang terlalu mengganggap tinggi segalanya.
Gue adalah orang yang bermimpi besar.
Selalu bermimpi besar.
Mau ini, mau itu, semua yang tinggi di mata gue.
Gue ga pernah mau berdampingan sama mimpi yang ecek-ecek,
yang biasa aja.
Gue selalu mau ada di tingkat teratas dalam sudut pandang
gue sendiri.
Seperti, kuliah di mana, mau bisnis apa, mau belajar skill
apa, dan lain-lainnya.
Gue tau gue sangat, sangat, sangatlah batu.
Dan ke-batu-an itu yang membuat gue gagal sampai sejauh ini.
Atau mungkin bukan. Bukan ke-batu-an itu sebabnya.
Mungkin gue hanya kurang berusaha.
Kadang gue berpikir, salah gak sih gue sebatu ini? Sekeraskepala
kayak gini.
Terlalu keras kepala terhadap mimpi-mimpi, terhadap semua yang
ingin dicapai.
Mungkin nggak salah. Mungkin salah juga.
Hari ini, gue berpikir tentang apa aja pencapaian gue di
tahun ini.
Ya.. ga banyak. Semua hal masih berantakan. Ternyata gak
cukup setahun untuk memperbaiki segalanya.
Tapi mungkin emang segalanya gak perlu diperbaiki. Segalanya
harus dimulai dengan yang baru.
Ya setidaknya, gue bisa masak banyak makanan tahun ini. Hahaha.
Berhasil bikin cheesecake enak, berhasil bikin saus bolognese spaghetti sendiri
yang enak, bisa bikin steak lada hitam yang enak dan masakan rumah lainnya yang
sueeeerrrr enak banget.
Huft.
2015 di depan mata, dan ini seharusnya jadi tahun
pembuktian.
Rai, you should do everything better.
Turn your avatar mode
on.



