Tuesday, August 19, 2014

Aku Tidak Bangga Menjadi Mahasiswa UI

Ini esai OKK UI gue nih. Sayang kalau dibuang, mending diingat-ingat di sini haha. Enjoy!

AKU TIDAK BANGGA MENJADI
MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA

Universitas Indonesia adalah sebuah kampus yang ternama. Sebuah kampus yang jika disebut namanya, maka akan mendongak siapapun yang mendengar. Sebuah kampus yang jika disebut prestasinya, maka tak heran lagi siapapun yang melihat. Aku adalah bagian dari civitas akademika yang merasa ditumpukkan beban seberat-beratnya pada pundak, tanpa pernah aku bayangkan sebelumnya.
Aku hidup di Jakarta, dan sebagaimana layaknya sebagian besar siswa SMA di Jakarta, tak ada kampus yang lebih strategis untuk dipilih selain Universitas Indonesia. Selain dekat dengan orang tua, beasiswa yang bertaburan di sana membuatku semakin ingin menjadi mahasiswanya. Aku, di tahun pertamaku, gagal menembus kampus favorit ini. Aku menjalani satu tahun kuliahku sebagai mahasiswa kedokteran di universitas negeri di Jawa Tengah. Berat, aku yang tak sanggup pergi jauh dari orang tua, kemudian sakit selama 3 bulan. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk kembali pulang, mengejar mimpiku, menjadi bagian dari UI. Menjadi bagian dari universitas yang membuatku dekat dengan semua orang tersayang. Dengan deru pertanyaan dari keluarga, sahabat, bahkan hinaan orang tak dikenal, aku memantapkan hati. Aku ingin menjadi dokter lulusan UI. Dan begitulah awal mula dari semua perjuangan yang begitu melelahkan.
Universitas Indonesia menolakku di jalur SBMPTN. Sampai akhirnya, hembusan angin segar itu muncul dari pengumuman SIMAK. UI menerimaku di Fakultas Kesehatan Masyarakat, program studi Ilmu Gizi. Berat, lagi-lagi berat. Ada proses panjang dari euforiaku sebagai mahasiswa kedokteran yang beralih menjadi mahasiswa kesehatan masyarakat. Ada proses di mana aku ingin kembali, tapi aku tak sanggup pergi jauh. Dan kekuatan hati itu datang, aku memilih untuk masuk di kampus ini.
Aku, dengan segala kepasrahanku, akhirnya menyadari bahwa kampus ini adalah kampus perjuangan. Kampus tempat orang-orang hebat lahir dan menjadi penegak kebenaran. Aku kemudian bertanya, siapa aku, dan apa mauku. Aku bertanya, siapa aku, dan akan seperti apa aku ketika lulus. Segenap perasaan bahagiaku menjadi mahasiswa UI runtuh. Ada bertumpuk beban yang dilempar begitu saja di pundakku. Aku mahasiswa UI, dan aku tidak bangga. Aku takut. Aku berharap ada sedikit banyak kontribusiku dalam masyarakat, seburuk apapun aku sekarang, dan sehebat apapun aku ingin menjadi nanti.

Aku ingin menjadi sumber ide bagi keberlangsungan setiap kegiatan yang menjadikan masyarakat sebagai objeknya. Aku ingin menjadi seorang ahli gizi yang tak kenal pamrih, yang bisa membantu kesulitan orang lain dalam kebutaan terhadap nutrisinya. Aku ingin menjadi mahasiswa UI, yang selalu sigap membantu, walaupun hanya dengan memberikan bangku yang aku duduki di kereta kepada ibu hamil. Aku ingin menjadi mahasiwa UI yang tahu tentang adab, moral, dan kecintaan terhadap perbuatan baik. Aku ingin menjadi mahasiswa UI yang menjalankan perintah agama dengan baik dan menjadi agent of change di kehidupan bermasyarakat. 

1:01 PM