Friday, March 29, 2013

Jenuh

bismillah, assalamu'alaikum


Untuk jadi sarjana ekonomi atau insinyur, kita butuh 6 tahun SD, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA, 4 tahun kuliah, dapat gelar sarjananya.
Untuk jadi apoteker, akuntan, psikolog, dokter dan gelar profesi lain, kita tambah lagi 2 tahun sekolah profesi, pengabdian, dsbgnya.
Tetapi untuk menjadi ibu rumah tangga? Dikumpulkan seluruh pendidikan tersebut, ditambah lagi bertahun2, bertahun2, bertahun2 kemudian, tetap tidak akan cukup untuk bisa memastikan seseorang berhak menyandang: ibu rumah tangga terbaik. Karena panjang dan pentingnya proses pendidikan ibu rumah tangga.
Nah, kalau semua orang ingin sekolah tinggi2 demi gelar, profesi, pekerjaan, dsbgnya, maka ajaib sekali, kenapa orang2 begitu menyepelekan pendidikan super tinggi untuk menjadi ibu rumah tangga? Padahal memiliki anak yang berakhlak baik, keluarga yang bahagia, jauh lebih penting dibandingkan kesuksesan karier dan sebagainya.
Berikan pendidikan kepada anak2 perempuan kita setinggi mungkin, agar kelak saat menjadi Ibu, sungguh berguna semua ilmunya. Satu Ibu yang baik, akan melahirkan satu keluarga yang baik. Satu generasi Ibu yang baik, maka akan datanglah penerus yang dijanjikan.
-Tere Liye- 

yap. gue mau sekolah setinggi-tingginya, mau pinter, biar anak-anak gue nanti juga pinter.
mungkin orang akan bilang gue bodoh karena sekolah tinggi tinggi di salah satu fakultas terbaik di salah satu universitas terbaik di Indonesia, dengan perjuangan yang bener-bener melelahkan, urusan mental yang bener-bener diperjuangkan, tapi akhirnya cuma jadi ibu rumah tangga. yeeeh, kalau mau dibandingin juga, ibu rumah tangga jauh lebih kece dari semua pekerjaan apapun yang ada di muka bumi. dan ketika gue udah bisa melewati setiap tantangan yang ada sebelum gue bener-bener jadi ibu rumah tangga, gue yakin gue punya modal yang besar untuk bisa jadi perempuan tempat sandaran si suami ketika dia lelah dan juga ibu yang hebat buat anak-anak gue nanti. ya kan kalau usahanya dikit hasilnya juga dikit, Rai, meskipun "dikit" itu relatif. yaa gue ga tau sih gimana nanti kalau udah sumpah dokter, gimana cara biar gue bisa jadi ibu rumah tangga aja, tapi insya Allah semuanya ada jalan. yang jelas, antara jadi dokter dan jadi ibu rumah tangga yang baik, itu bukan pilihan, tapi dua-duanya jadi semacam kewajiban yang bisa diakalin buat gue raih nanti.

yah, blog, gue jenuh.
capek ga sih belajar UN? gue udah boseeeeeeeeeeeeeeeen -___-
Utha juga bilang, "saya kangen kelas X, kelas XI, saat-saat di mana semuanya dinamis. ga kayak sekarang. flat"
iya, flat banget. btw, setahun lalu lagi nyebar undangan scooter. gue kangen saat-saat itu. sekarang flat... bosen gue. jenuh. malesin, udah ga niat buka buku-_-

arrrghhh tapi Rai, dikit lagi kok. ga lama lagi. kata Bu Nesta, setiap perjuangan juga ada batasnya. sampai 2 april kok Rai, beberapa hari lagi, setelah itu lo cuma ngulang-ngulang aja, gausah sibuk latihan soal lagi. jangan sakit-sakit dong... lo tuh males sih, bukan sakit -_- oke gue ngaku ._.v ayo Rai, 2 april terus udahan!!! habis itu kan fokus SBMPTN sama SIMAK aaaaaaaaaaaaaaaaa ga sabar >< ayo tumpuk semangat dan kesehatannya!

ya gue juga nyadar sih gue belum bener-bener maksimal buat nyampe angka 100. makanya di antara kejenuhan gue juga gue ngerasa ga tenang. ah, ayook deh, habisin detik yuk :')


lagi dan lagi, gue seneng karena setiap masalah yang kita dapet, pada akhirnya, kita bisa ambil hikmahnya. alhamdulillah. baguslah gue batu, jadi ga segampang itu nyerah haha. dan bagus karena tujuan kita semakin ke depan dan insya Allah terus dijaga serta diluruskan. beruntung masih banyak orang-orang yang peduli. dan setelah ini, harus bisa banyak-banyak sebar kebaikan. yukkk semangaaaaaaaat berbuat baik! :D



rai sudah mengerti, rai sudah paham. yang rai butuhkan, kekuatan. minta pundak yang kuat sama yang punya kekuatan. setelah itu, maksimalin potensi yang ada. cari terus celah2 kebaikan. bacalah, bacalah, bacalah. karna dengan bacalah, kita bisa tau mana2 celah kebaikan
-Rhedylla Dwi Poetra-

semangat untuk terus jadi yang lebih baik! semangat calon dokter, calon ibu! :D


wassalamu'alaikum wr.wb

12:42 PM