bismillah, assalamu'alaikum.
perasaan emang ga pernah menentu. dan yang gue yakin, semua perasaan akan tetap baik kalau iman masih meledak-ledak dan menebar cahayanya di dalam hati.
akan selalu ada saatnya di mana kita ga bisa ngapa-ngapain lagi.
di saat semuanya terasa sulit,
di saat bernafas pun rasanya terlalu sesak.
kelas 12. masalah rasanya kayak ga pernah putus dari pikiran. entah kenapa, setiap hari, selalu ada yang harus gue pikirin, even if I don't want to. ke-pi-ki-ran. terus terusan.
rasanya kayak, gue nyari solusi dari sabang sampai merauke, tapi di saat lagi menyeberangi lautan, baru sampai deket bangka belitung, udah dateng masalah lagi; sampe banten, dateng masalah lagi; begitu seterusnya..
kalau kata coldplay, "Nobody said it was easy. No one ever said it would be this hard".
kelas 12 bikin gue makin banyak mikir. karena rasanya; semua orang mulai cenderung kepada dirinya sendiri. gue takut. takut kehilangan orang-orang yang sepaham dan setujuan. takut kehilangan mereka-mereka yang biasanya bisa jadi tempat di mana gue selalu berbagi semua ide, semua rasa, semua cerita..
can u ever see? gue makin kurus. makin ga peduli sama diri gue sendiri. gue sering sakit, tapi gue udah ga mau kayak kelas 11 yang "yaudahlah ga usah masuk aja". gue pun ga tau bakalan seberapa lama gue bisa tetap ada di jalan ini, seberapa lama gue bisa istiqamah, toh emang ga ada yang tau kan? Allah Maha Pembolak-balik Hati. tapi gue berusaha. berusaha buat mementingkan mereka dibanding diri gue sendiri. berusaha jadi anak sulung dengan kondisi sebenarnya adalah anak bungsu. berusaha jadi yang tetap berdiri di tengah saat semuanya mulai berpendar ke pojok, mulai berusaha keluar dari membran, berusaha menganggap dirinya udah ga punya urusan lagi.
gue takut. takut ga bisa jaga temen-temen. takut juga ga bisa jaga diri gue. takut kalau mereka yang masih bilang "gue masih di jalan ini kok" kenyataannya malah beda, kenyataannya malah mereka sama kayak yang lain.
gue takut, ketakutan yang lebih besar: gue ga bisa jaga diri gue sendiri. makanya itu gue selalu berdoa, selalu berdoa, semoga Allah tetap menjaga, semoga Allah tetap menjaga..
tapi gue sadar, sekuat-kuatnya gue, tetap butuh orang lain. tetap butuh mereka. aduh tolong, ini membuat gue sedih T_T
belum lagi gue yang emang selalu punya konflik sama batin gue sendiri. ya Allah, kadang ngerasa egois banget karena harus sering nangis untuk sebuah alasan yang cuma penting buat diri gue pribadi. ditambah dengan hak-hak sekitar. ditambah dengan kewajiban belajar. ya Allah, kadang rasanya itu... :'(
tapi,
di titik-titik inilah gue ngerasa kalau Allah emang yang megang semuanya. cuma Allah. ga ada yang lain. dan di titik-titik inilah gue menikmati setiap doa, setiap tangis, setiap harapan, setiap rasa takut, setiap khawatir, setiap apa yang gue rasain, di setiap waktu shalat, terutama shalat malam.. karena ya, itu. emang Allah yang paling baik. paling siap dengerin semua cerita yang ga bisa gue share ke orang yang bersangkutan. cuma Allah yang kasih kekuatan besar untuk memulai apa yang gue takutin buat mulai. cuma Allah yang selalu ada, cuma Allah yang bisa menyampaikan semua doa gue buat orang lain..
ini titik-titik yang luar biasa indah. luar biasa indah. percaya deh. luar-biasa-indah. :')
it's a beautiful pain kok, Rai. harus selalu percaya, Allah itu baik. dan ga akan pernah kasih sesuatu di luar batas kemampuan hamba-Nya.
terakhir,
harus selalu bilang sama diri sendiri tiap hari sebelum tidur:
Allah heard you today. Just be patient :)
wassalamu'alaikum wr.wb




