Sunday, March 25, 2012

Puisi Buat Pak Haqqi

ini tugas geografi. agak aneh.. tapi seru juga tugasnya, haha. liat deh buatan gue :P


Letih

Serinai awan mengiringi atmosfer,
Cirrus, stratus, cumulus,
Membuka indahnya hari bagi sang bumi
Sekuat gravitasi menarik tubuh ini dari pembaringan,
Selunglai hati ini merayapi kabut sang meteor,
Mataku terbuka, lemah
Tertusuk tajamnya sinar matahari,
Ribuan knot mendifusi rongga mataku
Jiwa ini menelusuri arti jalan penatku
Angin jatuh, menemani seonggok daging letih ini
Menghirup belerang kehidupan
Teracuni amoniak evaporasi
Berputar, mendekat, menjauh
Bak perihelium, aphelium!
Tak kuat lagi rasanya menipu diri
Aku letih...
Dihantui sinar ultraviolet,
Dikibasi angin terjun, angin gunung,
Angin musim yang kian menusuk tulang belulangku
Berlapis, bergerombol,
Menyiksa diriku dengan cuaca, suhu, iklim, rotasi, revolusi!
Tuhan...
Ambil saja hamba-Mu ini
Hamba hancur dengan segala turbulensi,
Segala adveksi,
Segala tipu daya ini
Biarkan hamba merengkuh-Mu, Tuhan...
Biarkan hamba pergi dari ekliptika harmoni ini...




Got the meaning of this poem?
Oke, gue kasih tau bocorannya. Puisi ini dibuat dengan hati penuh rasa.. Puisi ini mengalir begitu saja. Dan pada akhirnya, gue baca ulang. Lalu gue sadar, puisi ini... bermakna... gue muak sama geografi. gue muak sama semua remed gue di geografi. dan ada 1 doa yang tersirat: gue mau masuk ipaaaaaaaaaa biar ga ketemu geografi lagiiii. hahahaha dan doanya udah terkabul XD

5:07 PM