ingin berhenti sejenak
menata ulang diri, menghimpun yang terserak
mengejar sisi-sisi yang tertinggal
mengumpulkan semangat yang sempat memudar
ingin berhenti untuk beberapa saat
me-recover jiwa dengan segala kealfaannya
memunculkan kembali sensitivitas hati
agar ia lebih peka pada keburukan
supaya ia lebih cenderung pada kebaikan
ingin berhenti untuk beberapa waktu
bertanya pada hati tentang apa yang terjadi
merenungi kembali hakikat penciptaan diri
mensyukuri setiap nikmat yang Ia beri
mencoba menelaah hikmah dari setiap skenario yang Ia gariskan
ah, aku rindu..
saat aku begitu dekat
menangis di setiap malam-malam kerinduan
menyampaikan resah, gelisah, dan segala risau hati
menyatu bersama khauf dan raja’ yang tak terbendung
membuat diri merasa lemah dan hina di hadapan-Nya
aku rindu..
saat Ia begitu dekat
memelukku dengan erat kala kegelisahan melanda
mnyelimutiku dengan keindahan dzikir yang menenangkan
mencukupkanku dengan kehadiran-Nya
melingkupiku dengan cinta kasih-Nya tanpa batas
aku sungguh rindu..
saat lisan ini berat ucapannya
saat jiwa ini tenang karena-Nya
saat jemari ini mengukir sketsa terindah di atas kanvas-kanvas putih
saat hati ini sepenuhnya disibukkan dengan mencintai-Nya
saat pikiran ini dipenuhi dengan apa-apa yang bisa menjadikan diri terbaik di hadapan-Nya
aku rindu..
rindu yang tak terbendung
rindu yang tak berpenghujung
rindu yang tak terdefinisi adanya
namun mengapa? aku tak menemukan muaranya..
apa karena hati yang mengerak? sebab ia terlalu lama jauh dari-Nya
atau karena jiwa yang mengering? sebab ia terlalu lama tak dibasahi oleh dzikir-dzikir harian?
seperti ada sekat antara aku dan Dia
mengapa seperti ini?
jiwa rasanya sendiri
tak ada yang membakar saat ghirah meredup
tak ada yang merangkul saat jiwa ini jatuh tersungkur
pernahkah merasa seperti ini?
saat kau kesal pada dirimu sendiri
ingin mendekat tapi tak bisa
ingin menggapai-Nya tapi tak mampu
hingga kau menemukan dirimu menangis karena ketidakberdayaanmu..
ah ya Allah, sepertinya imanku memang sedang pada titik minimumnya. tapi kuharap, ini adalah titik balik minimum kurva parabolanya. karena sejatinya, ia kan mengantar diri pada penghambaan eksponensial tanpa batas yang melejit tinggi..
#saat aku merasa nikmat kedekatan dengan-Nya lebih berharga dari apapun yang ada di dunia..
subhanallah.. ini seperti tulisan yang menyuarakan isi hatiku. ini tulisan orang lain.. tulisan kak shabrina.. kak, dirimu..
source : http://shabrinazhafira.wordpress.com/



