Wednesday, June 24, 2015

Islam Bukan Untuk Dirimu Sendiri

Bismillah, assalamu'alaikum.

Halo!
Akhirnya ada waktu kosong di sela semua kesibukan dan kegalauan, hehe.


Di usia hampir 20 tahun ini,
Gue menyadari, bahwa semua yang ada di dunia ini, termasuk konstelasi planet, bintang, dan semua yang bergerak dan berputar di atas sana, adalah benar kekuasan Allah.
Selama ini gue hanya sekadar tau,
Tapi sekarang, gue paham. Gue yakin.

Seperti apa kita 5 tahun yang lalu, dan 5 tahun dari sekarang, adalah rahasia Allah.
Seperti kata Justin Timberlake: yesterday is history, tomorrow is mistery.
Seperti apa kita satu tahun yang lalu, lalu satu tahun dari sekarang.
Apakah dia yang dulunya hebat, akan selalu mendapat apa yang dia inginkan saat ini,
Atau dia yang dulunya terpuruk, akan semakin terpuruk sampai sekarang?

Nggak.
Semuanya jelas nggak.
Bahwa apa yang mama bilang, Allah tau siapa yang capek dan siapa yang nggak,
Itu terbukti benar adanya.

Hal-hal yang sedang kita perjuangkan sekarang, mungkin ga bisa dirasain nikmatnya dalam waktu dekat.
Bisa bulan depan, tahun depan, waktu udah tua, atau bahkan kita gak bisa ngerasain nikmatnya.
Mungkin itu dirasain sama anak-anak kita. Cucu-cucu kita.
Maka dari itu, semua keberuntungan yang kita raih hari ini, belum tentu karena semua doa-doa kita. Belum tentu karena sholat-sholat kita (dan tentunya aku yang belum sempurna ibadahnya).
Jangan sombong. Bisa jadi keberuntungan itu datang dari doa ibu, nenek, atau siapapun leluhur kita.

Ibaratnya kayak menanam pohon mangga. Belum tentu dia berbuah saat kita masih hidup. Bisa jadi buahnya yang lebat baru bisa dinikmati oleh anak kita, menghasilkan kebahagiaan panen mangga, menghasilkan uang untuknya jika buah-buahan itu dijual.
Pahala, kalau kita ngomongin pahala, kalau itu terus dimakan dan bermanfaat, insya Allah akan jadi pahala yang terus mengalir walaupun kita udah wafat.

Allah tau. Dan Allah gak pernah tidur.

Jangan sia-siakan kebaikan, sekecil apapun, yang mungkin ga terasa manfaatnya oleh kita, tapi bisa kelak dirasakan oleh orang-orang yang kita sayangi.

Kembali ke awal.

Mereka yang dulu terpuruk, mungkin kita hanya nggak tau, dia punya masalah yang begitu besar dalam keluarganya, tapi sekali dia mengatasi itu, dia bisa berdiri lebih tegak dan lebih bahagia dari kita sekarang.
Mereka yang dulu menjulang tinggi, mungkin hanya keberuntungan dari nenek moyang, karena dia sombong, semuanya kini hancur berantakan, dia terjerat utang ratusan juta.

Maka bolehkah kita merasa diri kita yang paling baik, yang paling benar?

Tidak. NO WAY AT ALL.
Kamu bisa ada di atas sekarang, tapi hidup ini terus berputar. Jangan terlalu mendongak, karena saat kamu mulai berputar, akan terasa pusing, dan akhirnya terlindas di bawah roda.
Menunduklah. Meringkuk, bersujud, memohon kebaikan hati Dia Yang Mahakuasa. Agar kamu bisa berpegangan pada roda yang berputar itu, dan tidak terlindas saat berada di titik terbawah.


Maka bolehkah kita merasa sombong?

Dear, keberuntungan hidupmu bukan berarti karena usahamu sendiri.
Kosong sekali, pemikiran mereka yang sombong:
Merasa kamu beragama, maka kamu yang paling tinggi derajatnya.
Merasa kamu beriman, maka yang ada di sekitarmu adalah makhluk-makhluk rendah.
Makhluk-makhluk yang tidak pantas ada di dekatmu, dan makhluk-makhluk yang tidak pantas mendapat sedikitpun ilmu yang kamu miliki tentang ketuhanan.

Mereka bilang itu tauhid,
Padahal nyata sekali, mereka mengutamakan hal lain selain Rabb-nya.
Mereka mengutamakan: jadwal pengajian, ketemu ustad, jadwal ngumpul pengajian.
Iya, memang disuruh untuk berkumpul dengan orang-orang sholeh.
Tapi mereka lupa. Anak-anak mereka butuh perhatian dan pengajaran tentang akhlak.
Mereka ga tau. Anak-anak mereka, di luar, melalukan banyak keburukan yang bisa berakibat fatal pada masa depan.
Mereka lupa..
Sedang yang ada dalam pikiran: pengajian, pengajian, pengajian.

Kalau Islam hanya untuk diri sendiri, buat apa Rasulullah capek-capek menyebarkannya pada seluruh manusia.



Lah ini ngalor ngidul kemana-mana ya. Hahaha. Gatau ah. Maafkan ketidakjelasan gue :(


Sudaaah sebentar lagi maghrib. Oh iya! Happy Ramadhan all! Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita yang sangat menumpuk banyak seperti gunung di bulan puasa ini. Aamiin.

Wassalamu'alaikum wr.wb.

5:05 PM