Bismillah, assalamu'alaikum.
Halo! Ini adalah posting terbaru setelah 3 bulan ninggalin blog ini.. haha.
I've been soooo happy sampe-sampe ga kepikiran buat ngeluh-ngeluh di sini :p haha. Sayang, se-happy-happy-nya penampakan, ga bisa ngungkapin apa yang terjadi di dalam.
Lo pernah ga, ngerasa sakit hati, sedalam-dalamnya, walaupun orang tsb udah minta maaf?
Gue pernah. Saat ini.
Suatu waktu ada sebuah post di Tumblr yang kira-kira artinya gini:
Permintaan maaf itu ibarat ngehapus tulisan yang ditulis pake pensil. Iya, kehapus. Tapi masih ada bekasnya.
Ga adil, emang. Gimana bisa kita marah sama orang yang udah nyesel coba? Mana tega, kan?
Tapi setiap piece of that problem comes up in your life.. mungkin sekedar lewat.. apalagi nyapa.. aduh. Bisa nggak kita lupa?
Padahal yang lewat dan nyapa itu bukan sumber masalahnya. Dia cuma 'bagian' dari masalahnya. Nah, makin ga bersalah kan si dia yang lewat itu? Tapi lo kesel. Lo sedih. Lo males ketemu atau ngomong sama dia.
I KNOW THIS POST IS ANNOYING bcs I USED 'DIA' 'DIA' 'DIA' THIS FAKING MUCH.
I KNOW I USED A RUDE WORD
NO I DIDN'T
I USED 'FAK' INSTEAD OF F...--yeah you know what I mean
Gue nggak tau sampai kapan akan terus bertindak bodoh.
Menghindar dari orang-orang banyak.
Menghindar dari orang-orang yang nggak ngerti apa-apa.
But it hurts, doesn't it?
Melupakan suatu kesalahan yang misalnya, dibohongin, atau diapain lah yang gak bisa ilang sakitnya.
Walaupun si pelaku udah minta maaf.
Gue sering berpikir,
adil nggak sih kalau gue berpikir: ya, gapapa kali, biar jadi pelajaran kalau berurusan sama orang itu lagi.
Tapi kalau gue selalu berpikiran gini, ya pasti akan keinget terus.
Bodoh, ya?
Ah..
Selama ini gue berusaha bahagia biar bisa nutupin semuanya. Faktanya, akan selalu keinget. Bahkan ketika ngeliat hal-hal kecil yang berhubungan tentang itu.
Lalu harus ngapain?
Harus belajar ikhlas.
Ya Allah, betapa berat arti ikhlas itu..
Ah yasudahlah.
Sekian menggalaunya, ya.



