Monday, December 24, 2012

Rindu.

bismillah, assalamu'alaikum.

sungguh, gue ga tau apa yang akan terjadi nanti.
dan sungguh, gue rindu T_T


ini masih dalam lingkup yang sama.
masih banyak peluang untuk kejadian yang sama.
tapi gimana ketika nanti,
ketika semua peluang itu tak lagi sering hadir,
ketika semua tawa, candaan ga lucu dan semua-muanya menguap perlahan?


banyak hal,
banyak sekali hal yang akan sangat gue rindukan.
ketika hati gue mulai berkata, "kayaknya lo bakalan dapet UNDIP deh Rai"
dan ketika gue mulai percaya pada kata-kata hati itu.
bahkan ketika semuanya belum dimulai,
rindu berkembang menjadi bayangan yang mengancam.




"Bukan masalah siapa yang kenal lebih dulu, tapi siapa yang mau bertahan dan tidak pernah pergi."

banyaaaak sekali hal yang akan gue rindukan di 14,
bahkan sebelum kelulusan itu tiba,
gue udah rindu.
terlebih, rindu pada yang satu.

5 bulan coy, bayangin, ga normal kali gue ya masih aja bertahan.
tapi bukan itu.
perasaan yang selalu membuat kita belajar bahwa kita ga sempurna itu,
yang mungkin terus bergandengan tangan dengan kepercayaan,
sampai akhirnya datang di titik ini.
sampai ada Ayah yang selalu bisa menasihati,
sampai mungkin nanti ga akan ada Ayah lagi.
tapi semua ups and downs itu, ga akan pernah ada harganya,
selama kita masih belum percaya.
percaya bahwa Dia mendengarkan setiap doa.


tapi; tiada pertemuan kecuali bersama dengan perpisahan.
dan hari itu akan datang, suatu waktu nanti.
gue harap, itu semua ga akan merubah segalanya.
segala yang udah ditanam, dipupuk, dirawat,
sekaligus diabaikan, di-tak-peduli-kan, di-radar-anti-kan, haha.

yah, berdoa aja.
kita ga pernah tau apa yang akan terjadi di depan.
tapi percaya itu harus.
ga boleh sampai nggak.


juga untuk hal-hal lain yang ga pernah boleh dilupakan:
saling ngerti dan ga nuntut.
yang selama ini, satu persatu bisa kita usahakan untuk dibuktikan.
untuk dijaga.
yang selama ini bisa bikin bangga---karena kenyataannya ga semua orang bisa kayak gini.
ga semua orang bisa ngerti satu sama lain.
ga semua orang bisa nahan egonya sendiri.


dan.. gue bahagia ada di posisi ini.
bahagia, dengan dapet "jatah" untuk jadi Rai yang seperti ini.
semoga, ga hanya di saat biasa, tapi juga di saat jenuh..


gue meng-capture setiap momen, yang seneng ataupun sedih ataupun sekedar flat..
ataupun cuma diam dan saling mendengarkan kata-kata hati sendiri yang ga bisa diungkapkan.
gue berusaha, selama ini berusaha, berusaha menangkap setiap keindahan yang tersembunyi.
meskipun gue ga bisa secepat itu, tapi gue berusaha.
dan gue selalu menemukannya, dan mungkin itu juga yang tetap hadir sampai hari ini..


ga ada, ga ada hal-hal spesial yang perlu diungkapin.
karena yang gue tau, 
love can be heard even in a silence.
dan cinta itu kata kerja.
ga perlu juga dipikirin; karena semakin dipikir, akan semakin ragu.

karena itulah juga, gue ga mau mikirin.
gimana nanti pas kuliah, gimana nanti..
karena kalau terlalu banyak "what if", akan ada banyak penyesalan.
so, just let it flow.
nikmati setiap detiknya, setiap hal, setiap momen.
cukup itu.
dan apapun yang akan terjadi nanti; biar aja, biar, biar nanti terjadi.


Time has a wonderful way of showing us what really matters.
And you, matter.


wassalamu'alaikum wr.wb

1:06 PM