Sunday, October 28, 2012

Please, don't give up.

bismillah, assalamu'alaikum.

setelah hampir seminggu meluapkan segala perasaan, ya, gue ngerasa baik-baik aja. merasa.. apa ya, lebih mudah mengatur emosi aja.

waktu itu, waktu gue nangis senangis-nangisnya nangis *iyalah -_-* habis Isya, gue baca surah Ibrahim. entah kenapa keinget kisahnya Hajar dan pengeeeeeeeeeeeeeen banget baca surah itu.

dan, itulah salah satu momen yang paling gue suka,

ketika lo butuh Dia dan Dia bener-bener menyanggupi untuk ada di sisi lo,
seakan mengusap kepala lo dan bilang,
"Aku di sini. jika kau ingin menangis, maka menangislah, dan berharaplah hanya kepada-Ku.."

that was amazing. karena setelah gue puas nangis,
He gave me a chance to believe once again. He really did.

Dia baik. sungguh amat baik. dan Dia membuat, hati kecil gue, semenjak hari ini, ada semangat untuk membenahi hari-hari gue yang sebelumnya pernah berantakan (maksudnya adalah, nilai-nilai gue jadi ikutan berantakan). gue mau jadi Rai yang teratur lagi, yang punya schedule yang dijalankan dengan tertib lagi, mau disiplin lagi.

bahkan sekarang, tepatnya hari ini, gue ngerasa... gue ga tau harus berdoa apa.
setelah shalat, gue cuma bengong. pasti beler banget tampang gue. dan Qur'an, itu satu-satunya penyejuk. rasanya gue udah ga peduli sama semua permintaan gue, gue cuma mau Dia ada, udah itu aja.. gue cuma mau Dia kasih gue cerita-cerita yang bisa bikin gue tentram, karena kalau gue mau over-thinking, mungkin, sekarang, ga tau deh udah gimana.

oke ini postingan galau banget sebenernya, cuma ga pengen cerita aja tentang apa. jadi ga usah sok tau. *sewot*. gue ga pernah mau nyerah, tapi seakan-akan, ada yang bilang: "gue nyerah". gue gatau harus gimana. kayak ya.. lo hidup tapi yaudah. or maybe I lost my passion, ngerasa jadi orang yang ga punya "letupan-letupan", gimana sih rasanya di-nyerah-in? *jelek ya bahasanya* ya gitulah. datar, semu, hampa, plain..

ayolah, please come back. gue mau hidup gue yang naik-turun itu, mau kejutan-kejutan itu, mau ketawa lepas-nangis berjam-jam itu, mau cerah-petir itu, mau... bukan yang kayak gini. meskipun ketika jatoh itu sakitnya parah, tapi itu lebih HIDUP dibanding kayak gini.

so please, be brave.




ga pernah ada yang tau ke depannya gimana, dan itulah kenapa hidup ini dibuat.
kita berencana, untuk menyesuaikan dengan rencana Allah. kita berencana, untuk berusaha menjajari langkah-Nya, untuk berusaha beradaptasi dengan takdir-Nya. ya, untuk menyesuaikan dengan rencana-Nya..

kita semua bermain dalam misteri takdir. ada banyak ruang untuk memilih. dan gue memilih untuk tetap berjuang.

ayolah, masa mau nyerah?


wassalamu'alaikum wr.wb

10:18 PM